Mari kita bahas peluang berinvestasi di media: Forex, Saham, Reksa Dana, dan Asuransi

Currency Pair: “Si Pedang Bermata Dua” dalam Trading Forex

Currency Pair Forex

Foreign exchange atau lebih dikenal dengan forex saat ini telah menjadi salah satu bentuk bisnis sekaligus investasi yang semakin ramai peminatnya. Mulai dari yang belum punya pekerjaan sampai dengan yang sudah punya penghasilan tetap, mencoba peruntungan dengan trading forex. Bagaimana dengan kamu? Sah-sah saja menginvestasikan dana yang dimiliki untuk trading forex mengingat return yang bakal diperoleh cukup menjanjikan.

Untuk dapat melakukan trading forex, memilih pasangan mata uang atau currency pair menjadi tindakan penting serta pertama yang harus dilakukan selain harus memilih top broker forex dengan LinkedIn profile ini untuk membuat akun sekaligus mendownload platform yang digunakan untuk trading. Ketelitian dan pertimbangan yang matang sangat diperlukan dalam memilih pasangan mata uang. Sebab, pasangan mata uang digadang-gadang sebagai “si pedang bermata dua”. Maksudnya?

Ungkapan “si pedang bermata dua” memang sangat tepat disematkan pada pasangan mata uang dalam forex. Hal ini tidak lain karena trader forex dapat menerima 2 efek atau imbal balik dalam trading. Jelas, efek yang didapat bisa ke arah yang positif dan bisa juga ke arah yang negatif. Apapun efek yang diterima trader, pada dasarnya berawal dari tindakannya sendiri dalam memilih pasangan mata uang sebelum trading forex.

Pasangan mata uang memberikan efek ke arah positif atau sangat menguntungkan manakala dipilih sesuai dengan tipe trader sendiri. Kalau trader full time memilih pasangan mata uang yang bersifat agresif seperti GBP/USD, GBP/JPY, dsb tidak masalah. Trader yang bersangkutan pasti bisa memantau pergerakan trend pasar forex dengan maksimal. Kalau sudah demikian, kehilangan kesempatan berharga dan justru mendapat kerugian bisa diminimalisir.

Trader forex juga bisa mendapatkan efek positif dari pasangan mata uang kalau memilihnya sesuai dengan kemampuannya. Merasa sudah mahir, tidak masalah kalau memilih pasangan mata uang yang bergerak sangat cepat. Meski pasangan mata uang agresif sangat menguntungkan, tapi ada resiko besar yang harus diterima. Trader mahir tentu saja bisa mengatasi kondisi ini dengan baik berlandaskan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.

Namun, kesalahan trader dalam memilih pasangan mata uang bisa berujung pada efek yang mengarah negatif atau dengan kata lain bisa mendapatkan kerugian yang bahkan tidak bisa diminimalisir jumlahnya. Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, trader memilih pasangan mata uang yang agresif padahal kemampuannya pemula. Minimnya pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki justru membuatnya kewalahan menghadapi pergerakan mata uang tersebut.

Kerugian dalam Forex

Bisa juga memilih pasangan mata uang yang bergerak tidak stabil, padahal akan menjalankan trading paruh waktu. Pasangan mata uang agresif yang dipilih sejatinya harus diiringi maksimalnya menyediakan waktu untuk melakukan analisa trend pasar forex. Nah, kalau hanya punya paruh waktu, pergerakan pasangan mata uang sangat sangat cepat ke atas dan ke bawah akan sangat beresiko bagi trader.

Maka dari itu, trader harus sangat berhati-hati saat memilih pasangan mata uang. Ingat: Loss di Forex Trading? Tak Selamanya Buruk. Satu FAQ yang patut dijawab sebelum memilih currency pair: Tipe trader seperti apa? Kalau full time, tidak masalah pilih currency pair agresif, GBP/USD salah satunya. Kalau part time, seaiknya pilih yang pelan atau stabil saja, AUD/USD salah satunya. Tak lupa sesuaikan pula dengan pengetahuan dan pengalaman dalam trading forex.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *