Mari kita bahas peluang berinvestasi di media: Forex, Saham, Reksa Dana, dan Asuransi

Kesalahan Umum dalam Penagihan Piutang

PiutangSalah satu cara untuk menarik lebih banyak pelanggan adalah menjual produk secara kredit. Bagi para pelanggan, cara ini cukup menguntungkan karena pembayaran dapat diatur berdasarkan kondisi keuangan mereka. Misalnya, jika pelanggan mengambil sebuah laptop dengan harga 3,5 juta secara kredit, mereka dapat mencicil 6 atau 10 kali angsuran (tergantung kebijakan penjual). Dengan demikian, mereka tidak perlu langsung mengeluarkan dana 3,5 juta. Sementara itu, untuk penjual, cara kredit ini bisa meningkatkan tingkat penjualan dan bisa mendapatkan keuntungan lebih, terutama jika mereka mengharuskan para pembeli untuk membayar bunga (beberapa penjual juga menawarkan bunga 0% sehingga cara ini dapat memudahkan pelanggan membayar angsuran).

Namun, jika Anda adalah seorang penjual yang ingin menerapkan cara ini, perlu Anda ketahui bahwa hal ini tidak mudah seperti yang Anda pikirkan karena Anda bisa saja menghadapi masalah keterlambatan pembayaran dan mendapatkan banyak keluhan dari para pelanggan, terutama jika Anda melakukan beberapa kesalahan di bawah ini:

Mengirim faktur tidak terjadwal

Idealnya, faktur dikirim sebulan sekali (seminggu sebelum tanggal jatuh tempo). Contohnya, jika pada bulan Maret, tanggal jatuh tempo adalah tanggal 29, Anda harus mengirim faktur pada tanggal 22 Maret. Sayangnya, beberapa penjual sering mengirim faktur tidak terjadwal, seperti: pada Januari 2013, pengiriman faktur tiga hari sebelum tanggal jatuh tempo dan pada bulan Februari 2013, pengiriman fakturnya satu hari sebelum tanggal jatuh tempo. Hal ini mungkin terdengar sepele, tapi pelanggan mungkin tidak mempersiapkan pembayaran mereka jika Anda tidak mengingatkan mereka sebelumnya. Akhirnya, mereka akan menunda pembayaran dan Anda akan mengalami masalah keterlambatan pembayaran.

tagihan

Memasukkan tanggal jatuh tempo yang tidak jelas dalam faktur

Mana yang akan Anda pilih: jatuh tempo: 1 April 2015 atau jatuh tempo: seminggu setelah pengiriman faktur?

Idealnya, Anda harus memilih opsi pertama sebagai tanggal jatuh tempo dalam faktur. Jika Anda memasukkan pilihan kedua, pelanggan mungkin akan merasa kesulitan dalam memahami faktur terutama, jika pelanggan menerima faktur pada hari yang berbeda dari tanggal yang ada di dalam faktur. Contohnya, tanggal faktur adalah 21 Maret 2015, sementara itu, pelanggan menerima faktur pada tanggal 25 Maret 2015. Hal ini akan membuat mereka berpikir bahwa tanggal jatuh temponya adalah tanggal 2 April bukan tanggal 28 Maret 2015. Kesalahan ini bisa menjadi sebuah perdebatan dan konflik antara Anda dan pelanggan. Jika Anda menang, itu hanya akan merugikan Anda karena kemungkinan besar si pelanggan tidak akan membeli barang di tempat Anda lagi. Bayangkan jika hal ini dilakukan oleh banyak pelanggan Anda, tentu saja penjualan Anda akan berkurang secara drastic.

Menghindari pengiriman daftar faktur

Mengirimkan daftar faktur yang dibayar oleh pelanggan sudah merupakan suatu keharusan sehingga Anda dan pelanggan memiliki data faktur yang sama. Selain itu, dengan melakukan hal ini, Anda dapat mempermudah pelanggan untuk segera melapor jika ada data faktur yang berbeda. Sebaliknya, jika Anda tidak melakukan hal ini, ada kemungkinan besar untuk memiliki data yang tidak valid yang mungkin bisa membuat Anda mengirim faktur dua kali atau ditipu oleh pelanggan yang mungkin mengaku bahwa mereka sudah membayar angsuran.

Selain itu, hanya menyediakan satu cara pembayaran secara offline juga merupakan masalah besar yang dapat membuat pelanggan mengalami kesulitan dalam melakukan proses pembayaran. Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus menyediakan cara pembayaran online melalui transfer bank, kartu kredit, MasterCard, Visa, PayPal, dan lain sebagainya.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *